Sejatinya, Vinales baru saja mengenyam pengalaman di MotoGP sejak 2015. Namun, juara Moto3 2013 itu kesulitan bersaing di musim perdana. Ia hanya bisa finis di urutan ke-12 klasemen pembalap. Hebatnya, hasil itu dijadikan dirinya sebagai pelajaran
"Balapan tahun lalu bukan salah satu yang terbaik, tapi kami membuat kemajuan pesat sejak itu. Kami bisa memastikan bahwa kini kami dalam situasi yang sangat berbeda. Faktor terpenting adalah kemajuan yang kita buat di paruh kedua musim ini," jelas Vinales seperti dikutip Crash. Agen Bandarq
Masuk ke musim 2016, Vinales menjadi pembalap yang benar-benar berbeda. Meski tak rutin merebut podium, setidaknya ia selalu menjadi ancaman bagi pembalap-pembalap top. Bahkan, ia adalah pembalap yang mengakhiri paceklik kemenangan Suzuki ketika meraih podium juara MotoGP Inggris 2016.
"Sekarang kami merasa bisa tampil kompetitif dalam kondisi apapun. Ini merupakan suntikan motivasi besar untuk semua orang. Kami merasa mampu bersaing dengan pembalap dan tim
Modal Ke Yamaha
Pebalap Spanyol, Maverick Vinales, disebut-sebut bakal fokus mengalahkan Marc Marquez daripada Valentino Rossi
Itu mengapa Vinales ingin berjuang habis-habisan pada MotoGP Valencia 2016 di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (13/11/2016). Apalagi, itu akan menjadi balapan terakhirnya bersama Suzuki. Mulai musim 2017, ia akan menjadi rekan Valentino Rossi di Yamaha Agen Bandarq
"Balapan itu akan sangat penting karena kami masih memiliki harapan untuk posisi ketiga. Ketika kami memulai musim ini, tujuan kami adalah finis di atas posisi keenam. Tapi, sepanjang musim kami justru banyak berkembang. Kami akan mencoba untuk memaksimalkan kesempatan terakhir dan mendapatkan sesuatu yang bagus guna menutup dua tahun kebersamaan dalam cara terbaik," paparnya.
Artikel Lainnya :
Kenapa Lorenzo Mirip dengan Biaggi, Ini Penjelasan Carlo Pernat


ConversionConversion EmoticonEmoticon